Skip to main content

Menghilangkan Bau Jengkol dan Pete

Nikmat itu kalo makan dengan pete ataupun jengkol, apalagi ditambah sambal terasi, ikan asin, dan lalap lainnya. Uuchh bikin ngiler banget pokoknya .

Pete dan jengkol adalah salah satu makanan
digemari banyak orang.Rasanya memanglah lezat untuk di makan. Kedua bahan makanan ini juga memiliki kandungan sangat yang baik bagi kesehatan tubuh manusia.  Namun pete dan jengkol juga memiliki efek negatif saat buang air kecil, Aroma jengkol dan pete juga tidak mau hilang saat kita mengeluarkan nafas. dan menjadi masalah bau mulut. Ini akan sangat mengganggu aktivitas. Meski demikian ada banyak cara untuk menghilangkan bau yang timbul karena kedua jenis makanan tersebut. Berikut ini cara- caranya :

Makan kulit pete 
Untuk menghilangkan bau pete kamu bisa juga dengan mengunyah kulit pete tersebut, rasanya memang pahit tapi cara ini memang ampuh untuk menghilangkan baunya, kulit pete bisa juga dimakan berbarengan pada saat makan pete.

Makan Timun
Menghilangkan bau mulut setelah makan pete/jengkol dengan mentimun merupakan cara yang paling ampuh dan rasanya pun memang enak .

Mengunyah Kencur
Kamu bisa menghilangkan bau pete dan jengkol dengan mengunyah sedikit kencur. Meskipun rasanya cukup getir, cara ini termasuk sangat efektif untuk menghilangkan bau mulut. Kandungan antibiotic dalam kencur mampu membunuh bakteri penyebab bau mulut.

Mengunyah Beras
Selain mengunyah kencur, kamu juga bisa menghilangkan bau pete dan jengkol dengan mengunyah beras, caranya ambil segenggam beras, kemudian kunyah sampai halus. Jangan di telan, langsung buang saja. Beras akan menghilangkan asam dari pete sehingga mulut nggak akan bau lagi.

Mengunyah Kopi Hitam
Cukup gosok-gosokkan kopi kemudian kunyah sampai mulut terasa kering. Kemudian kumur-kumurlah dengan air putih lalu muntahkan.

Gosok Gigi
Menggosok gigi dengan menggunakan pasta gigi beraroma menthol. Hal ini akan mengurangi kandungan asam dari pete dan jengkol yang masih menempel di gigi sehingga menimbulkan bau mulut yang nggak sedap. Menggosok gigi berulang-ulang untuk memastikan kalo bau pete dan jengkol udah pergi dari mulut kamu.


Berkumur dengan air rebusan daun sirih
Setelah menggosok gigi berkumurlah menggunakan air rebusan daun sirih. Caranya  rebuslah 5lembar daun sirih dengan segelas air putih hingga air menjadi setengah gelas. Bagi yang gak mau ribet, kamu bisa juga menggunakan obat kumur yang sudah tersedia ditoko-toko .


Comments

Popular posts from this blog

Keajaiban Do'a Orang Tua

Ridho Allah adalah ridho orang tua dan do'a orang tua apalagi do'a ibu sungguh tanpa batas, do'a ibu mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin Seorang ibu tanpa dipinta, tanpa disuruh pun pasti setiap saat selalu bermunajat kepada Allah SWT. Tanpa kita ketahui. Namun terkadang kita tidak sadar bahwa kesuksesan kita adalah hasil buah do'a ibu kita kepada Allah SWT. Astagfirullah... Kita sebagai anak mempunyai kewajiban untuk berbakti kepada orang tua, karena kita tidak keluar dari belahan batu ataupun kita tidak jatuh dari langit ke bumi, namun ada orang tua yang mengandung dan melahirkan kita  yaitu ibu. Di dunia ini hanya ada 2 orang yang tidak mempunyai ayah dan ibu yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa. Di Alam Dunia ini juga hanya ada 1 Orang yang tidak mempunyai ayah yaitu Nabi Isa as. Maka kita tidak ada alasan apapun katena kenyataannya kita mempunyai ayah dan ibu, tanpa mereka kita bukan siapa-siapa, kita dikandung, dilahirkan, disusui, dibelai, dirawat, diberikan pe...

Imunisasi

Tujuan Imunisasi Menurunkan angka kesakitan, kecacatan, kematian bayi akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) Cara Mencegah Penyakit, Cacat, Wabah dan Kematian Akibat Penyakit  ✔  Pencegahan Umum Berikan ASI Ekslusif (0-6 bulan), makanan pendamping ASI dengan Gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, dan

Jadwal Imunisasi

Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap  Sejak lahir (sebaiknya dalam 12 jam setelah lahir) : Hepatitis B  (HB0) Usia 1 bulan : BCG dan Polio 1 Usia 2 bulan : DPT1, Hepatitis B1, Hib1, Polio2, Pnemokokus 1 dan Rotavirus 1 Usia 3 bulan : DPT2, Hepatitis B2, Hib2, Polio3, dan Rotavirus 2. Usia 4 bulan : DPT3, Hepatitis B3, Hib3, Polio 4, Pnemokokus 2, Rotavirus 3 (jika dipakai vaksin Rotavirus dengan dosis 3 x pemberian), dan Polio injeksi (jika belum pernah polio injeksi). Usia 6 bulan : Pnemokokus 3 dan Influenza 1 Usia 7 bulan : Influenza  Usia 9 bulan : Campak 1 dan Japanese encephalitis 1 Usia 12 bulan ke atas : Varisela (Cacar air) dan Pnemokokus 4 (booster) Usia 15 bulan : MMR Usia 18 bulan : DPT, Hib, Polio (booster) Baca juga tentang  Imunisasi Jadwal imunisasi lanjutan  Usia 24 bulan : Campak 2 (jika belum/tidak mendapat MMR), Hepatitis A 1 dan Tifoid (Tifes) Vaksin Japanese encephalitis ke-2 diberikan usia 2 -3 tahun atau jarak mini...